Langsung ke konten utama

Apakah St. Valentine Pejuang Cinta yang Sejati?


     Ungkapan rasa cinta, hadiah, kemesraan, dan lain sebagainya adalah hal yang sering ditunjukkan saat hari Valentine yang dikatakan spesial bagi orang Nashrani dan sudah menyebar luas sampai kepada agama lain. Setiap Bulan Februari setiap orang yang percaya dengan hari kasih sayang selalu mengungkapkan rasa cinta yang tak terkira dengan memberikan hadiah, bunga, coklat, mengenakan baju berpasangan dan lain sebagainya. Secara umum saya bertanya, apakah itu yang dinamakan cinta? Hanya sebatas itukah cinta?
Hanya dengan memberikan kemesraan semata?
          Hal ini sudah sangat rutin dilakukan sejak zaman dulu kala yang diawali oleh seorang pendeta yang katanya mencerminkan rasa cinta, kasih sayang, dan perjuangnya tentang hal itu. Singkat kisah dari kitab dan buku yang sudah beredar tentang Santo Valentinus, Dia adalah seorang pendeta yang hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Kaisar itu mempunyai pasukan militer yang besar dan menginginkan seluruh pria di kerejaan tersebut ikut bergabung dan bejuang bersama pasukan militer tersebut.
          Namun, rencana itu mendapat penolakan terutama dari Santo Valentinus yang juga melidungi para pria yang tidak mau berperang lantaran sayang dan tidak mau meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Tindakan Valentinus ini membuat Kaisar membuat peraturan bahwa seluruh pria tidak boleh menikah supaya ikut untuk berperang dan tidak memikirkan keluarga. Kemudian Valentinus secara diam-diam membantu menikahkan pasangan yang jatuh cinta secara tersembunyi dan hanya diterangi cahaya lilin.
          Pada suatu malam, Valentinus tertangkap basah sedang menikahkan sebuah pasangan oleh Kaisar Claudius dan ditahan di penjara dengan vonis hukuman mati dan kepalanya dipenggal. Hal ini membuat masyarakat simpati dan mendukung santo Valentinus yang akhirnya sejarah mencatat Valentinus dipenggal pada 14 Februari dan membuat orang-orang merayakannya.
         Perbuatan pengecut yang dilakukan valentinus ini membuat orang-orang menyebutnya sebagai pejuang cinta. Apakah itu yang disebut pejuang cinta? Bukankah lebih baik jika Valentinus bersedia berperang demi keluarga dan kerajaanya, kemudian kembali dan hidup dengan damai dan bahagia. Cinta dan kasih sayang tidak hanya ditunjukan dengan bunga dan surat, akan tetapi dibuktikan dengan perbuatan dan pengorbanan yang baik. Bukan malah sebuah pemberontakan yang mengakibatkan suatu masalah.
          Pantas saja selama ini tradisi ini menjadi tradisi yang diselewengkan menjadi kegiatan yang tidak pantas seperti bercumbu bagi pemuda yang belum menikah, berpacaran, bahkan sampai melakukan hubungan seksual. Hal ini adalah sebuah cinta yang bodoh, apalagi bagi orang islam yang sudah terpengaruh budaya Nashrani ini.
          Maka dari itu, sebagai umat islam yang baik kita harus menyatakan cinta dengan cara yang baik dan benar sesuai dengan apa yang di firmankan Allah dan sunnah Rasul, yaitu dengan pernikahan serta adab-adabnya. Begitu juga dengan aturan tentang hubungan laki-laki dan perempuan dalam islam itu sendiri. Jika kita menjalankan aturan itu dengan baik dan ikhlas karena Allah, maka tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehamilan diluar nikah, pelecehan seksual dan lain sebagainya yang sangat merugikan diri sendiri bagi pelaku. Jaga dirimu Kawan...

(Farich.Ctr)

Komentar