Identitas Buku
Judul buku :
Ayat-Ayat Cinta 2
Penulis :
Habiburrahman El Shirazy
Kategori buku : Novel
Penerbit :
Republika
Tahun terbit : 2015
ISBN :
9786020822150
Tebal buku :
690 halaman
Berat buku :
587 gram
Cover :
Soft cover
Harga buku :
Rp. 95.000,-
Kepengarangan
Novel Ayat-Ayat Cinta 2 adalah lanjutan
dari Novel Ayat-Ayat Cinta yang menceritakan perjalanan hidup seorang muslim di
dunia Eropa Timur. Novel ini telah ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy (atau
biasa dipanggil Kang Abik), seseorang yang telah dijuluki sebagai novelis
nomer 1 di Indonesia. Seorang santri pondok pesantren yang melanjutkan
pendidikannya di mesir. Hampir semua setting yang ditulis dalam novel sudah
dikunjungi oleh beliau. Beliau adalah sosok yang cendikiawan yang cerdas dan
ahli dalam berkarya, terutama novel.
Gambaran singkat
Bagaimana sikap seorang
muslim yang hidup di manca negara dengan segala perbedaan pendapat yang
menyudutkan islam. Bagaimana beratnya beban seorang suami yang menanggung rindu
kepada sang istri yang sangat dicintainya. Setiap detik kenangan yang telah
dilalui tak pernah terlupakan. Mengingatnya akan mengundang derasnya air mata
dalam lubuk hati. Keyakinan akan kembalinya sang istri sering kali terhapuskan
seiring kehidupan baru melaju. Semua penderitaan ini tak boleh menggoyahkan
keimanan seorang muslim yang percaya akan cinta Allah kepada hamba-Nya.
Lika-liku hidup adalah semata-mata scenario yang diatur oleh Allah untuk
menunjukan kekuasaan dan cinta-Nya kepada hamba-Nya yang beriman. Hidup seperti
itulah yang dialami oleh Fahri. Dengan segala kemampuannya, Fahri tetap
bertahan dalam hidupnya demi keimanan kepada Tuhannya dan istri-istri yang
sangat dicintainya.
Sinopsis
Novel ini melanjutkan kisah
Fahri yang ditinggalkan oleh sang istri yang hilang entah kemana. Kisah
terakhir yang diadapat adalah rekan istrinya yang tewas mengenaskan disiksa dan
dibunuh oleh tentara Israel di perbatasan Palestina. Kerinduannya begitu dalam,
hingga setiap saat dia harus meneteskan air mata ketika mengingat kenangan
indahnya. Kini dia hanya tinggal berdua dengan pengawal sekaligus sahabatanya,
Hulus.
Terkadang kehidupan
kesehariannya di Edinburgh membuatnya tetap hidup seperti biasa. Fahri memiliki
tetangga yang sangat kontra dengan islam, mulai dari Kristen anti-muslim sampai
Yahudi. Tetangga sebelah rumahnya adalah keluarga kristen yang terdiri dari
seorang ibu dan dua orang anak bernama Jason dan Keira. Kedua anak tersebut
sangat membenci dan memusuhi Fahri yang
seorang muslim karena ayah mereka terbunuh oleh teroris yang diduga seorang
muslim. Di sisi lain rumahnya, tinggal seorang nenek Yahudi yang sangat taat
beribadah. Seperti pada novel Ayat-ayat Cinta yang pertama, Fahri selalu
menjadi tetangga yang sangat baik dan bijak seperti yang dianjurkan oleh
Rasulnya. Bahkan Fahri sempat merelakan beberapa hartanya demi membantu
tetangga-tetangganya.
Suatu hari Fahri juga
bertemu dengan gelandangan muslimah didepan masjid tempat biasa dia berjamaah.
Sampai akhirnya dia membawan perempuan untuk tinggal bersamanya karena sebuah
desakan. Sebuah koran memberitakan kejelekan islam dengan memposting foto
gelandangan muslimah tersebut di koran. Muslimah tersebut awalnya enggan, namun
dengan beberapa bujukan dan alasan akhirnya dia mau untuk tinggal. Walaupun
banyak misteri yang dimiliki wanita tersebut, mulai dari dari mana dia berasal,
siapa keluarganya dan bagaimana dia bisa sampai seperti itu, dia hanya
memberitahu namanya, yaitu Sabina. Namun Fahri tetap membuat ia tinggal di
rumahnya.
Seiring waktu karir Fahri
sebagai cendikiwan semakin tinggi. Dia menjadi dosen tetap di sebuah
universitas di Edinburgh. Bahkan dia diundang untuk menjadi pembicara dalam
sebuah debat di Oxford Union, sebuah laga debat yang terkenal. Disitu Fahri
menujukkan tuduhan-tuduhan salah Yahudi terhadap Islam, kesalahfahaman tentang
Islam dan Epistimologi beragama. Karena itu juga dia mulai terkenal dan mulai
disukai oleh beberapa muslimah, walaupun dia tetap tidak bisa melupakan Aishah,
istri pertamanya.
Karena begitu lamanya Fahri
menduda, guru qiraah yang sangat dihormatinya menawarkan cucunya sendiri untuk
dinikahi olehya sebagai istri kedua. Namun, istikharahnya tidak menujukkan
jawaban dan akhirnya tawaran itu dibatalkan tanpa Fahri minta. Pada suatu
ketika, Paman Aisyah yang sekaligus menjadi pamannya juga, datang ke Edinburgh
sekeluarga. Disitulah dia menemukan seorang yang menjadi istri keduanya, yaitu
saudara sepupu dari Aisyah istrinya yang bernama Hulya. Fahri sangat sulit
melupakan istri pertamanya, sedang Hulya selalu berusaha dengan bantuan dari
Sabina, gelandangan yang juga menjadi sahabatnya sejak dia meminta Fahri untuk
mengijinkannya tetap tinggal bersama mereka. Sabina memberi saran dan masukan
sehingga mereka bisa menyatu dan akhirnya memiliki seorang putra bernama Umar.
Entah bagaimana Sabina tahu cara-cara tersebut.
Sekali lagi, Fahri kehilangan seseorang
yang telah ia sayangi pada saat-saat terakir. Hulya, istri keduanya, terbunuh
oleh seorang pemabuk yang ingin memperkosa Keira (tetangganya).
Punggungnya tertusuk dan tidak bisa tertolong di rumah sakit. Namun sebelum ia
meninggal, Hulya memberikan wasiat kepada Fahri. Ia meminta wajahnya
dipindahkan ke wajah Sabina yang rusak supaya Umar (anaknya) bisa tetrus
melihat wajahnya ketika diasuh oleh Sabina. Hal itu akhirnya dilaksanakan
setelah meminta beberapa pendapat pada para gurunya.
Selama proses pemindahan wajah, Sabina
dirawat dirumah sakit. Saat itu Fahri sendirian di rumahnya, dia mulai penasaran
dan nekat ingin mengetahui siapa sebenarnya Sabina. Dia pun terkaget ketika
melihat fotonya bersama Aisyah dalam laci Sabina, serta cincin yang sangat
mirip dengan cincin pernikahannya. Setelah semua selidik Fahri, dia akhirnya
tahu bahwa selama ini Sbina adalah Aisyah, istrinya. Selama ini Aisyah menangis
ditengah malam di malam pertama pernikahan Fahri dan Hulya. Semua saran dan
nasehat diberikan Aisyah ke Hulya untuk membahagiakan Fahri. Semua rasa sakit,
siksa, rindu telah mereka curahkan ketika kedua insan yang lama berpisah itu
tahu satu sama lain. Mereka akhirnya bersama kembali dan dilengkapi seorang
anak.
Kelebihan
Novel ini memiliki banyak sekali
kelebihan, mulai dari alur cerita yang unik, referensi ilmiah dari Al-quran dan
sudah yang dikemas dalam novel serta pandangan beragama yang luar biasa. Novel
ini meracik panduan hidup beragama dengan cerita cinta yang sangat unik dan
romantis. Semua kelebihan tak mampu diutarakan oleh penulis resensi secara
rinci selain kekagumannya dalam menulis sinopsis dari novel ini.
Kelemahan
Novel ini memiliki akhir cerita yang
sangat bagus dan sulit sekali digambarkan oleh pembaca karena penulis
menghentikan cerita tersebut. Tanpa sebuah penutub yang lebih terang sehingga
pembaca lebih lega atas akhir yang bahagia tersebut.
Kesimpulan
Seperti yang
tertulis di sampulnya, novel ini adalah novel pembangun jiwa. Sebuah gambaran
hidup seorang muslim seharunya dalam menyikapi dunia. Novel ini sangat cocok orang
tua (dewasa), pemuda, terutama
pemuda yang sedang menunutut ilmu dan hendak menikah. Novel yang sangat luar
biasa.
Komentar
Posting Komentar